Festival Film Pendek 2026

Ketua Panitia MAD FEST Merah Putih, Sonny Pujisasono, menegaskan bahwa festival film pendek ini tidak sekadar menghadirkan tontonan yang estetis, tetapi juga membawa pesan yang lebih dalam: keberagaman dan aspirasi pekerja kreatif.

Menurutnya, konsep festival dirancang untuk tetap menarik secara visual tanpa kehilangan substansi.

“Lebih atraktif dan estetis, tetapi misinya tetap tercapai—mengaspirasikan keberagaman para pekerja,” ujarnya.

Festival ini akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dan dirancang menjadi agenda tahunan.

Puncaknya akan berlangsung setiap 8 Agustus, menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia—sebuah simbol perjalanan perjuangan pekerja kreatif bagi bangsa.

MAD FEST Merah Putih diinisiasi oleh Serikat Pekerja Kreatif Perfilman Indonesia bersama Citra Film School dan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail.

Inisiatif ini muncul dari realitas pahit: masih minimnya perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan bagi pekerja film.

Baik pekerja senior maupun pendatang baru disebut masih banyak yang belum memiliki payung hukum dan perlindungan yang layak.

“Kami ingin serikat ini menjadi jangkar perlindungan sosial bagi seluruh pekerja kreatif,” tegas Sonny.

Di luar isu kesejahteraan, persoalan pengarsipan film juga menjadi sorotan serius. Banyak film Indonesia yang sukses besar—ditonton hingga jutaan penonton—namun belum memiliki sistem dokumentasi yang memadai.

Akibatnya, karya-karya tersebut terancam hilang dari akses generasi mendatang.

“Film bukan hanya hiburan, tapi artefak budaya bangsa,” kata Sonny, menekankan pentingnya menjaga warisan sinema nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *